Asslamualikum Wr. Wb.
Selamat pagi teman-teman semua, saya di sini akan berbagi informasi atau berita yang pastinya terbaru dan terhangat nih seputar Jawa Tiwur.
Berita ini menghebohkan banyak warga surabaya, karena masiswa surabaya melahirkan kaset penghisap debu, sudah penasaran kan?? Langsung saja cekidot di bawah ini..!!!
Surabaya - Mahasiswa Indonesia kembali melahirkan inovasi teknologi terbaru. Inovasi berbentuk tikar yang berfungsi sebagai vakum serbaguna yang diciptakan oleh sekelompok mahasiswa dari November Eleven Institur Teknologi (ITS) Surabaya.
Tikar ini dibuat agar debu tidak masuk dan mencemari rumah. Kotoran pada tikar lengket tidak akan diklaim di permukaan, tapi langsung tersedot ke dalam.
"Mat vacuum cleaner yang kami sebut Doormatics itu berasal dari pengalaman pribadi ketika saya sedang membersihkan lantai, saudara saya tiba-tiba datang kembali dan mengotori lantai," kata Rizky Nafiar Rafiani, satu tim pembuat tikar vacuum cleaner.
Rizky mengatakan bahwa ide pembuatan tikar inovatif dapatkan dari rumah. Ia melihat saudaranya yang harus membersihkan kaki di tikar tapi masih membuat rumah tetap kotor lantai tikar digunakan karena terlalu berdebu.
"Dalam rangka mewujudkan alat ini, saya mengajak teman-teman saya dibuat bersama-sama, dan kami juga mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti)," katanya seperti dikutip kantor berita Antara.
Dana dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sebesar Rp 7,5 juta kemudian digunakan untuk mewujudkan tikar disebut 'Doormatics'. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi biaya karena perusahaan dapat mengurangi jumlah petugas kebersihan.
Rizky masih terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS menjelaskan bahwa dalam proses pembuatan Doormatics, lembaga yang bekerja sama dengan salah satu lokakarya di daerah Semolowaru, Surabaya. Beberapa masalah yang berhubungan dengan pembuatan Doormatics menjadi alasan untuk kerjasama.
"Salah satu kendala adalah hambatan dalam mengoptimalkan kinerja tikar ini. Saat membuat, kami mengalami kesulitan dalam meningkatkan debu hisap di tikar. Kami juga kesulitan dalam membuat konstruksi mekanik," tambah Rizky.
Bantuan lokakarya berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Rizky Doormatics CS dan menghasilkan 380 watt listrik. Keberhasilan yang kemudian memberikan kesempatan Doormatics untuk menangani inovasi lain di arena Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-27 di Semarang.
Sekian dari saya demoga bermanfaat bagi kalian semua, dapatkan informasi dan berita terhanya setiap harinya, Terimakasih :)
Posted By : http://beritaterkini0.blogspot.com/





0 comments:
Post a Comment