Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam teman semua, di malam hari yang indah ini saya mau memeberi sedikit berita tentang politik teman-teman semua, sudah penasaaran? Langsung saja liat di bawah ini..!!!
Jakarta - Sejumlah tokoh lintas agama berkumpul dan memberikan pandangannya terkait perkembangan situasi politik di Indonesia menjelang Pemilu Presiden (Pemilu) 9 Juli.
Para pemimpin ini mengajukan banding ke dua pasang calon wakil presiden, yaitu Prabowo-Hatta Rajasa dan Joko Widodo Jusuf Kalla-untuk menghindari masalah dan sentimen keagamaan dalam kampanye menjelang pemilihan presiden 2014. Termasuk agar tidak menyerang satu sama lain.
"Untuk mitra wakil presiden agar tidak menyerang satu sama lain dalam semangat kebencian, tapi mari kita calon wakil presiden sendiri datang sebagai pemimpin yang benar-benar elegan," kata Sekretaris Eksekutif Wali Gereja Indonesia Conference (KWI) Kantor Romo Edi Purwanto Pusat Dialog dan Kerjasama antar Peradaban (CDCC), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2014/06/20).
Dia juga menyerukan kepada penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan perannya dan bekerja dengan kejujuran dan semangat untuk mempromosikan kebaikan bersama.
"Untuk penyelenggara pemilu untuk bekerja bagi keberhasilan pemilu ini demi bangsa," katanya.
Tim sukses atau tim dukungan dari masing-masing pasangan calon presiden-wakil juga diharapkan untuk melakukan peran politik damai dan mendidik masyarakat.
"Dan tidak membalik cara-cara yang tidak sopan itu menyesatkan masyarakat," katanya.
Selain itu, pemilih dan masyarakat umum yang tidak memiliki hak suara mereka juga diharapkan untuk menjaga semangat persaudaraan. Karena peristiwa politik pemilu ini adalah peristiwa periodik yang terus mendapatkan diulang.
"Dan siapa pun yang menjadi presiden dan wakil presiden akan ingin merangkul seluruh bangsa menjadi saudara," katanya.
Pembelahan
Pastor Frans Magnis Suseno humanis menjelaskan, imbauan ini harus disampaikan agar persiapan dan pelaksanaan pemilihan presiden dengan benar dan sesuai dengan martabat manusia dan bangsa.
"Saya pikir yang paling penting, bukan agama digunakan untuk kepentingan politik dalam kampanye ini," kata dosen Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakarya, Jakarta.
Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Dewan Tertinggi Konghucu Indonesia Wawan Wiratma. Ia menilai masalah agama hanya akan membawa perpecahan di antara rakyat. Oleh karena itu, persatuan nasional Indonesia harus tetap dipertahankan.
"Kami mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa kita tercinta. Karena salah satu dari dua pasangan akan menjadi pemimpin kami," kata Henry.
Dialog antar agama pemimpin juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Dewan Nahdlatul Ulama (NU) M Iqbal Sullam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendi Yusuf, Ketua Dewan Tertinggi untuk Konghucu Indonesia Wawan Wiratma, Sekretaris Jenderal Uni Gereja (PGI) Gomar Gultom Indonesia, dan Sekretaris Pimpinan Pusat Asosiasi Hindu Indonesia Nyoman Udayana. (Sss)
Sekian berita dari saya, semoga bermanfaat bagi kalian semua, Terimakasih :)
Posted By : http://beritaterkini0.blogspot.com/
Friday, June 20, 2014
Home »
Seputar Islam
» Tokoh Lintas Agama Minta Kubu Prabowo & Jokowi Tak Saling Serang





Setuju bro,,, mending berpolitik yang damai2 aja... #Woles
ReplyDeletesaya setujuu gan dengan pendapat anda :)
ReplyDelete