Saturday, June 21, 2014

Sikap Jokowi Jika Ditelepon Obama

Selamat siang semua, maaf baru ngepost di karenakan baru bangun tidur, hehehe :D

Saya akan memberi berita atau informasi tentang dunia politik, dan sekita capres dan cawapres, bagaimana? Pasti sudah kagak sabar kan? langsung saja lihat di bawah ini...!!




Jakarta Saat bertemu dengan para pemimpin senior Muhammadiyah, calon nomor urut 2 dipangkas Joko Widodo pertanyaan tentang bagaimana sikapnya dalam menghadapi tekanan asing pemenrintahan jika nanti terpilih sebagai presiden.


Satu kuesioner, Direktur Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)/

Profesor Dimyati meminta Jokowi sikap bagimana Jokowi saat terpilih sebagai presiden, jika Amerika Serikat (AS) meminta perlindungan kepentingan perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia.

"Jika Obama (Presiden AS Barack Obama) meminta pengawalan telepon Jokowi kepentingan energi di Indonesia, bagaimana?" tanya Dimyati, Jumat, 20 Juni, 2014.

Jokowi menanggapi pertanyaan santai. Ia mengatakan ia terbuka untuk bekerja sama dengan pihak asing. Asalkan hal-hal yang mereka diminta tidak bertentangan dengan konstitusi dan hukum yang ada di Indonesia.

"Obama belum tentu juga telepon., Tetapi jika Anda hanya menjawab telepon hidup, sumber daya alam yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Tidak perlu takut, untuk menjelaskan hal itu," kata Jokowi.

Gubernur Jakarta off percaya argumennya akan diterima, bahkan oleh negara adidaya seperti Amerika Serikat sekalipun. Untuk semua negara memahami konstitusi adalah hal yang paling penting.

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan, pemerintahannya kemudian akan merevisi seluruh kerjasama dengan pihak asing. Jika mungkin, dia siap untuk menegosiasikan kontrak yang dirasa merugikan rakyat. Yang paling penting perjanjian atau kerja sama harus bermanfaat bagi masyarakat.

"Sekarang ini kontrak yang ada. Siapa saja masih 10 tahun lagi, ada akan keluar 3 tahun. Perhitungan saya, dihitung lagi. Siap untuk mengambil alih jika tidak? Jika kerjasama yang menguntungkan rakyat atau tidak. Intinya depan Harus digunakan untuk. - besarnya u ntuk kemakmuran rakyat, "katanya.

Terkait dengan munculnya ide nasionalisasi aset, Jokowi memperingatkan, nasionalisasi tidak selalu cara terbaik. Karena Indonesia tidak selalu memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri tanpa investor asing dari sektor swasta.

"Saya menghitung, menghitung lagi, jika tidak siap untuk mengambil alih. Kerjasama menguntungkan jika orang-orang atau tidak? Bisa bekerja dengan BUMN, tetapi harus benar-benar menguntungkan," kata Jokowi. (Sss)

Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi kalian semua, Terimakasih :)


Posted By : http://beritaterkini0.blogspot.com/

1 comment: